Thursday, September 24, 2020

Pengenalan Barang Dilarang (Prohibited Items)

Seperti kita ketahui ketika ingin masuk kedalam Banda Udara ada prosedur pemeriksaan orang dan barang. dimana akan kita bahas mengenai Barang Dilarang (Prohibited Items).

Bandar Udara Mengeluarkan Peraturan Tertulis dalam aturan Nasional yaitu tercantum dalam PM 51 Tahun 2020 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional (PKPN). dalam aturan mengenai Barang Dilarang ini tujuan utamanya adalah mencegah barang dilarang (Prohibited Item) terangkut ke pesawat udara secara tidak sah yang dapat di pakai untuk melakukan tindakan melawan hukum.

PM 51 Tahun 2020 mengenai Barang Dilarang (Prohibited Items) adalah barang yang dapat digunakan untuk melumpuhkan, melukai dan menghilangkan nyawa orang lain serta untuk melakukan tindakan melawan hukum yang meliputi :

1. Alat Peledak (Explosive Device), yaitu alat yang dapat dipicu untuk meledak.

2. Barang Berbahaya (Dangerous Goods), yaitu barang atau bahan yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan pesawat udara, harta benda dan lingkungan.


3. Peralatan Berbahaya (Dangerous Articles), yaitu Alat atau benda tumpul yang dapat digunakan untuk mengancam, mencederai, melumpuhkan, membuat orang tidak berdaya.



4. Senjata (Weapon), yaitu Benda atau alat yang dirancang untuk membunuh, melukai, melumpuhkan, dan membuat orang tidak berdaya.



Pengetahuan Tentang Alat peledak (Explosives Devices)

Sejarah singkatnya tentang HANDAK (Bahan Peledak) pada jaman kuno, yaitu pada abad 11 Masehi di china bernama BLACK POWDER (serbuk hitam) campurannya : (Potasium Nitrat, Belirang & Arang), Pada abad 13Masehi tahun 1320, berkembang ke dunia barat, pertama kali digunakan sebagai isian dorong senapan (propelant), lalu di tahun 1600an Black Powder sudah menjadi bahan peledak utama.

Pada Jaman Modern

- Tahun 1771 (Piere Wolve) meriset Black Powder menjadi warna kuning Asam Pikrat

- Tahun 1833 (Hendry Braconnot Perancis) Menemukan ESTER NITRAT dari Kanji.

- Tahun 1838 (Theopile J.Pelouse) menemukan sifat HANDAK pada kertas yang netrasi

- Tahun 1846 (Chemist christian dan F.Schombein) menemukan NITROCELULOSE (Proses antara CELLULOSE + HNO3 + SULFAT)

- Tahun 1846 Italia (ASCANO SOBRERO) menemukan GLISERIN Handak yang peka terhadap Panas dan Goncangan

-Tahun 1863 Jerman J.WILBRAND menemukan TNT (Trinitri Toluene)dst.

Penegrtian tentang HANDAK/EXPLOSIVE tertuang dalam KEPRES RI No : 125 Tahun 1999 Bahan Peledak adalah suatu bahan zat, padat cair, gas dan / atau campurannya yang apabila dikenai suatu aksi berupa panas, benturan, gesekan atau gelombang elektromagnetik akan berubah secara kimiawi menjadi zat-zat yang sebagian besar atau seluruhnya berbentuk gas, dan perubahan tersebut berlangsung cepat dan disertai suatu efek tekanan yang sangat tinggi.

Jenis-jenis Bahan Peledak :

1. TNT - Trinnito Toluene

2. LOX - Liquid Oxigen

3. RDX - Royal Departmen X-Formula

4. PETN - Penta Eritrit Tetra Nitrat

5. P E - Plastice Explosive

6. VOD - Velocity Of Detonation

Sifat Bahan Peledak yaitu :

Kecepatan rambat reaksinya rendah (dibawah 1.000 m/dtk), umumnya digunakan sebagai bahan pendorong atau propelan misalnya : Black Powder (sumbu api), Propelan (Single baase, double base).

A. LOW EXPLOSIVE 

    PROPELANT        (Handak Pendorong / pembakar)

    PYROTECHNIC    (Gelombang suara / sinyal)

    INCENDIARI        (Handak pembakar / napalm)

    Catatan:

    - Sifatnya tidak tahan air/udara lembab akan tetapi sensitif terhadap panas, gesekan, goncangan,                benturan.

    - Sifatnya juga peka terhadap gelombang electromagnettic dan  reaksi kimiawi.

B. HIGH EXPLOSIVES

    Misalnya: Mercury fuminate, Tetrazene, Diazodiaminophenol

    Unsur-unsur HANDAK, komposisi senyawa kimia

    a. Senyawa Tunggal :

        1) Handak Utama (Primary Explosive)

        2) Handak Kuat (high Explosive)

    b. Handak Campuran :

        1) Handak Kuat (High Explosive)

        2) Handak Lemah (Low Explosive)

    c. Handak Penghantar (Booster) daya peka terhadap pukulan / panas tapi peka terhadap gesekan, berfungsi untuk mendetonir handak yang kurang peka terhadap gesekan

    d. Handak Penghancur (Main Charge Explosive) Contoh : TETRIL, RDX, PETN

        TETRIL (warna kuning muda bentuk kristal) VOD - 7800 m/dtk

        RDX       (warna putih powder)                        VOD - 8300 m/dtk

        PETN      (warna putih powder)                        VOD - 8300 m/dtk

KOMPONEN UTAMA BOM

1. Explosive

2. Detonator

3. Battery

4. Swicth

Alat-Alat Berbahya (Dangerous Articles), yaitu alat / benda tumpul yang dapat digunakan untuk mengancam, mecederai, melumpuhkan, membuat orang tidak berdaya contoh nya : perlatan tukang, alat beladiri, alat olahraga, peralatan kerja, dan senjata mainan.

Senjata (Weapon), yaitu benda atau alat yang dirancang untuk membunuh, melukai, melumpuhkan dan membuat orang tidak berdaya.

Jenis-Jenis Senjata :

1. Senjata Api

2. Senjata Tajam

3. Senjata yang menggunakan tekanan angin dan item yang dirancang untuk memotong.

Komponen utama dari senjata api terdiri atas :

a. Hammer atau striker, berfungsi sebagai pemukul

b. Laras (barrel), berfungsi sebagai pemandu peluru agar melesat lurus saat ditembakkan

c. Pelatuk sebagai pengontrol momen penembakan.

Komponen tersebut pada intinya merupakan suatu rangkaian mekanisme yang berfungsi untuk mendukung mekanisme penembakan proyektil. Sedangkan proyektil adalah bagain dari suatu sistem yang disebut catridge, beroperasi dengan bantuan senjata api berdasarkan asas teori kinematika dan hidrodinamika gas. konstruksi catridge terdiri atas rangkaian :

1. Peluru (Bullet), Terbuat dari logam solid (biasanya Timah) yang berfungsi sebagai proyektil penghantam target.

2. Selongsong (Case/Shell), Berfungsi sebagai induk dari keseluruhan sistem cartridge

3. Propelant, sebagai sumber bahan bakar gas pendorong.Teknologi awal yang diterapkan pada senjata api, umumnya memakai bubuk mesiu hitam (black powder) yang menghasilkan sisa pembakaran 55% gas dan 45% asap.

4. Percussion cap atau umun disebut Primer, senyawa logam yang sangat sensitif memantikkan api bila terkena hentakan. Komposisinya adalah timah azide dan potasium klorat yang ditanam dalam perrunggu.





No comments:

Post a Comment